Penulis: Sultanas Nisa
Sekretariat ICoPI

Kerjasama antara Institute of Compliance Professional Indonesia (www.ICoPI.or.id) dengan Center for Risk Management and Sustainability (www.CRMSIndonesia.org) menghadirkan program pelatihan Master Class dengan tema Compliance Management based on ISO 19600:2014 yang bertempat di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan.

Narasumber Master Class ini adalah Bapak Agustinus Haryono selaku Sekretaris Jenderal (SekJen) ICoPI , dan Bapak Dr. Antonius Alijoyo selaku Ketua Dewan Pengawas, serta Bapak Abitani Taim sebagai salah satu fasilitator.

Pelatihan diikuti sebanyak 17 (tujuh belas) orang dari berbagai perusahaan dan organisasi dengan berbagai Jabatan mulai dari kepala departemen kepatuhan hingga Komisaris. Para peserta mempelajari “Compliance management system — Guidelines” yang diadopsi identik dari Standar Nasional Indonesia (SNI) ISO 19600:2014.

Para peserta mempelajari antara lain topik “Compliance in context of integrated GRC, Compliance and Top Management Roles, Compliance Outsourching, Compliance Management Fundamental Aspect, Compliance Program Implementation, Measuring Compliance Management Effectivity, dan Dinamic of ethics and integrity” .

Selain menerima paparan dari fasilitator, peserta juga diajak untuk terlibat aktif dalam diskusi dan tanya jawab, terutama mengenai pendekatan ‘pertahanan tiga lapis’ dan daftar periksa (check-list) efektivitas program manajemen kepatuhan.

Beberapa butir diskusi yang menarik adalah:

  • Kepatuhan merupakan hasil keluaran pemenuhan kewajiban suatu organisasi dan dibuat berkelanjutan dengan menanamkan ke dalam budaya organisasi dan di dalam perilaku dan sikap orang yang bekerja untuk organisasi.
  • Kepatuhan dianjurkan untuk diintegrasikan dalam proses keuangan, risiko, mutu, dan lingkungan serta keselamatan organisasi.
  • Pendekatan organisasi untuk kepatuhan idealnya dibentuk oleh kepemimpinan yang menerapkan nilai inti serta tata kelola perusahaan, etika dan standar komunitas. Penanaman kepatuhan bergantung kepada kepemimpinan pada semua tingkatan dan nilai yang jelas dari organisasi. Jika hal ini tidak terjadi di setiap tingkatan organisasi, maka akan ada suatu risiko ketidakpatuhan.

Menjelang akhir pelatihan, diskusi bertambah hangat karena hadir juga Bapak Ketut Sendra sebagai Anggota Pengawas ICoPI yang merupakan pakar dalam industri asuransi di Indonesia. Dalam diskusi tersebut, terungkap harapan dan sekaligus keyakinan bahwa bahwa penerapan manajemen kepatuhan yang sesuai dan efektif akan dapat menjaga integritas organisasi dalam mencapai visi-misi mereka, serta menghasilkan nilai tambah bagi organisasi, masyarakat dan negara Indonesia. Dalam hal ini Standar ISO 19600 Manajemen Kepatuhan yang menyediakan panduan dan praktik terbaik dunia, dapat menjadi pegangan bagi praktisi bidang kepatuhan untuk menjadi penggerak penerapan dan/atau peningkatan kualitas dan efektifitas manajemen kepatuhan di organisasi mereka masing-masing.